Kamis, 24 Januari 2013

Teknik Modulasi

Modulasi adalah proses penumpangan informasi yang terkandung dalam sebuah rentang frekuensi pada sebuah frekuensi pembawa. Proses kebalikan dari modulasi disebut demodulasi. Contoh modulasi adalah proses penyiaran suara atau musik yang dipancarkan melalui sebuah pemancar radio. Sedangkan contoh demodulasi adalah proses penerimaan suara atau musik oleh sebuah pesawat penerima radio. Modulasi digunakan untuk mengatasi ketidaksesuaian karakter sinyal dengan media( kanal) yang digunakan.Tanpa proses modulasi, informasi tidak praktis dikirimkan melalui media udara. Alasan sinyal informasi harus dimodulasi sebelum ditransmisikan adalah. 1. Menghindari Interferensi Sinyal-sinyal suara (frekuensinya sama) jika ditransmisikan secara bersamaan interferensi, dimana sinyal saling tumpang tindih dan mengganggu satu sama lain. Dengan modulasi, frekuensi sinyal-sinyal suara dipindahkan ke wilayah frekuensi yang jauh lebih tinggi, sehingga dapat ditempatkan pada daerah-daerah frekuensi yang berbeda-beda. Proses ini disebut Frequency Division Multiplexing. 2. Ukuan Antena (Pembuatan Antena) Propagasi/perambatan yang efektif, memerlukan ukuran antenna ¼ – ½ dari panjang gelombang sinyal yang akan ditransmisikan. Sinyal suara tidak praktis ditransmisikan secara langsung melalui media udara dalam bentuk sinyal aslinya. Frekuensi sinyal suara: 300-3000Hz Ukuran antena : ¼ – ½ λ (pjg gelombang) dari sinyal yg akan ditransmisikan \small \dpi{100} \lambda =\frac{c}{f} Dimana, λ : panjang gelombang c : kecepatan cahaya, 3.e8 f : frekuensi sinyal suara Sehingga ukuran antena untuk frekuensi informasi 3 KHz adalah : \small \dpi{100} \lambda =\frac{3\cdot 10^8}{3\cdot 10^3}=100Km λ = 100 km, sehingga ukuran antena harus ¼ λ – ½ λ = 25 – 50 km, ukuran antena tidak praktis Dari informasi yang di transmisikan, modulasi dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu : Modulasi Analog Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM) Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation, FM) Modulasi Fasa (Phase Modulation, PM) Modulasi Digital Amplitude Shift Keying (ASK) Frequency Shift Keying (FSK) Phase Shift Keying (PSK) Gelombang pembawa sering disebut carrier (pembawa) dan gelombang informasi yang ditumpangkan (dimodulasikan) disebut signal informasi. Selanjutnya gelombang pembawa akan dinyatakan oleh nilai tegangan keluaran sesaat yang biasa ditulis dalam bentuk persamaan gelombang sebagai berikut: \small \dpi{100} e_{out}=A_{o}cos(2\pi f_{o}t) Dimana : eout : tegangan output gelombang pembawa (volt) Ao : Amplitudo tegangan keluaran gelombang pembawa (volt) fo : frekueansi gelombang pembawa (Hz) t : waktu (det) Demikian pula halnya dengan gelombang sinyal informasi sebagai berikut : \small \dpi{100} e_{s}=A_{s}cos(2\pi f_{s}t) Dimana : es : tegangan keluaran gelombang sinyal informasi (volt) As : Amplitudo tegangan keluaran gelombang sinyal informasi (volt) fs : frekueansi gelombang sinyal informasi (Hz) t : waktu (det) Jika gelombang pembawa dimodulasi oleh sinyal informasi sedemikian rupa sehingga amplitudo gelombang pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi, maka modulasi seperti ini biasa disebut modulasi amplitudo (Amplitude Modulation = AM). Bentuk gelombang sinyal pembawa (carrier) dan sinyal informasi dalam modulasi AM dapat dilihat pada gambar berikut : Bentuk Gelombang Output Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM)

Read more at: http://elektronika-dasar.com/teori-elektronika/teknik-modulasi/
Copyright © Elektronika Dasar
 Modulasi  adalah proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan proses modulasi, suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatugelombang pembawa, biasanya berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci pada suatu gelombang sinusiuodal yaitu : amplitudofase dan frekuensi. Ketiga parameter tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan sinyal informasi (berfrekuensi rendah) untuk membentuk sinyal yang termodulasi.
Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator, sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan dari dari proses modulasi) disebut demodulator dan peralatan yang melaksanakan kedua proses tersebut disebut modem.
Informasi yang dikirim bisa berupa data analog maupun digital sehingga terdapat dua jenis modulasi yaitu
-  modulasi analaog
-  modulasi digital



 Modulasi Analog
                
Dalam modulasi analog, proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog.

Teknik umum yang dipakai dalam modulasi analog :

-  Modulasi berdasarkan sudut
-  Modulasi Fase (Phase Modulation - PM)
-  Modulasi Frekuensi (Frequency Modulatio - FM)

-  Modulasi Amplitudo (Amplitudo Modulation - AM)
- Double-sideband modulation with unsuppressed carrier (used on the radio AM band)
-  Double-sideband suppressed-carrier transmission (DSB-SC)
-  Double-sideband reduced carrier transmission (DSB-RC)
-  Single-sideband modulation (SSB, or SSB-AM), very similar to single-sideband suppressed carrier modulation (SSB-SC)
- Vestigial-sideband modulation (VSB, or VSB-AM)
-  Quadrature amplitude modulation (QAM)

Modulasi Digital
                  Dalam modulasi digital, suatu sinyal analog di-modulasi berdasarkan aliran data digital.
Perubahan sinyal pembawa dipilih dari jumlah terbatas simbol alternatif. Teknik yang umum dipakai adalah :
-  Phase Shift Keying (PSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan fase.
-  Frekeunsi Shift Keying (FSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan frekuensi.
-  Amplitudo Shift Keying (ASK), digunakan suatu jumlah terbatas amplitudo.

Teknik Modulasi digital yang dipakai adalah :

- Phase-shift Keying (PSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan fase.
- Frequency-shift Keying (FSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan frekuensi.
- Amplitude-shift Keying (ASK), digunakan suatu jumlah terbatas amplitudo.

A.  Phase-shift Keying (PSK),
       digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan fase.
merupakan skema modulasi digital modulation yang memberikan data dengan mengubah, atau memodulasi, fase sinyal referensi (gelombang karier). Fase diubah mewakili sinyal data. Ada dua cara dasar menggunakan fase sinyal:
-Dengan melihat fase itu sendiri sebagai pengubah informasi, dimanan demodulator harus memiliki sinyal referensi untuk membandingkan perlawanan fase dari sinyal yang diterima; atau
-Dengan melihat perubahan fase sebagai informasi pengubah — skema diferensial, beberapa tidak membutuhkan karier referensi.


Dimana fc frekuensi gelombang karier.


B.  Frequency-shift Keying (FSK)
                    digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan frekuensi. Merupakan bentuk modulasi frekuensi dimana sinyal modulasinya mengubah frekuensi output di antara nilai sebelum ditentukan. Biasanya, frekuensi instan diubah di antara dua nilai diskret yang dibatasi frekuensi tanda dan frekuensi ruang. Bentuk fase FSK yang kontinus yang ada merupakan tidak ada kelanjutan fase pada sinyal dimodulasi.


c.Amplitude-shift Keying (ASK)
                     digunakan suatu jumlah terbatas amplitudo. Merupakan bentuk modulasi yang mewakili data digital sebagai variasi dalam amplitudo gelombang karier.Amplitudo dari sebuah sinyal karier analog mengubah dengan aliran bit (sinyal modulasi), menjaga frekuensi dan fase konstan. Level amplitudo dapat digunakan mewakili logika binary 0 dan 1. Dapat dianggap sinyal karier sebagai saklar ON atau OFF. Pada sinyal dimodulasi, logika 0 diwakili dengan adanya karier, sehingga memberikan operasi kunci OFF/ON dan nama diberikan.

Bentuk ASK yang paling sederhana dan umum beroperasi seperti sebuah saklar, menggunakan adanya gelombang karier untuk mengindikasi sebuah binary 1 dan absensinya untuk mengindikasi sebuah 0. Tipe modulasi ini disebut on-off keying, dan digunakan pada frekuensi radio untuk mentransmisikan kode Morse (mengacu pada operasi gelombang kontinus).


Modulasi adalah proses penumpangan informasi yang terkandung dalam sebuah rentang frekuensi pada sebuah frekuensi pembawa. Proses kebalikan dari modulasi disebut demodulasi. Contoh modulasi adalah proses penyiaran suara atau musik yang dipancarkan melalui sebuah pemancar radio. Sedangkan contoh demodulasi adalah proses penerimaan suara atau musik oleh sebuah pesawat penerima radio. Modulasi digunakan untuk mengatasi ketidaksesuaian karakter sinyal dengan media( kanal) yang digunakan.Tanpa proses modulasi, informasi tidak praktis dikirimkan melalui media udara. Alasan sinyal informasi harus dimodulasi sebelum ditransmisikan adalah. 1. Menghindari Interferensi Sinyal-sinyal suara (frekuensinya sama) jika ditransmisikan secara bersamaan interferensi, dimana sinyal saling tumpang tindih dan mengganggu satu sama lain. Dengan modulasi, frekuensi sinyal-sinyal suara dipindahkan ke wilayah frekuensi yang jauh lebih tinggi, sehingga dapat ditempatkan pada daerah-daerah frekuensi yang berbeda-beda. Proses ini disebut Frequency Division Multiplexing. 2. Ukuan Antena (Pembuatan Antena) Propagasi/perambatan yang efektif, memerlukan ukuran antenna ¼ – ½ dari panjang gelombang sinyal yang akan ditransmisikan. Sinyal suara tidak praktis ditransmisikan secara langsung melalui media udara dalam bentuk sinyal aslinya. Frekuensi sinyal suara: 300-3000Hz Ukuran antena : ¼ – ½ λ (pjg gelombang) dari sinyal yg akan ditransmisikan \small \dpi{100} \lambda =\frac{c}{f} Dimana, λ : panjang gelombang c : kecepatan cahaya, 3.e8 f : frekuensi sinyal suara Sehingga ukuran antena untuk frekuensi informasi 3 KHz adalah : \small \dpi{100} \lambda =\frac{3\cdot 10^8}{3\cdot 10^3}=100Km λ = 100 km, sehingga ukuran antena harus ¼ λ – ½ λ = 25 – 50 km, ukuran antena tidak praktis Dari informasi yang di transmisikan, modulasi dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu : Modulasi Analog Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM) Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation, FM) Modulasi Fasa (Phase Modulation, PM) Modulasi Digital Amplitude Shift Keying (ASK) Frequency Shift Keying (FSK) Phase Shift Keying (PSK) Gelombang pembawa sering disebut carrier (pembawa) dan gelombang informasi yang ditumpangkan (dimodulasikan) disebut signal informasi. Selanjutnya gelombang pembawa akan dinyatakan oleh nilai tegangan keluaran sesaat yang biasa ditulis dalam bentuk persamaan gelombang sebagai berikut: \small \dpi{100} e_{out}=A_{o}cos(2\pi f_{o}t) Dimana : eout : tegangan output gelombang pembawa (volt) Ao : Amplitudo tegangan keluaran gelombang pembawa (volt) fo : frekueansi gelombang pembawa (Hz) t : waktu (det) Demikian pula halnya dengan gelombang sinyal informasi sebagai berikut : \small \dpi{100} e_{s}=A_{s}cos(2\pi f_{s}t) Dimana : es : tegangan keluaran gelombang sinyal informasi (volt) As : Amplitudo tegangan keluaran gelombang sinyal informasi (volt) fs : frekueansi gelombang sinyal informasi (Hz) t : waktu (det) Jika gelombang pembawa dimodulasi oleh sinyal informasi sedemikian rupa sehingga amplitudo gelombang pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi, maka modulasi seperti ini biasa disebut modulasi amplitudo (Amplitude Modulation = AM). Bentuk gelombang sinyal pembawa (carrier) dan sinyal informasi dalam modulasi AM dapat dilihat pada gambar berikut : Bentuk Gelombang Output Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM)

Read more at: http://elektronika-dasar.com/teori-elektronika/teknik-modulasi/
Copyright © Elektronika Dasar
Modulasi adalah proses penumpangan informasi yang terkandung dalam sebuah rentang frekuensi pada sebuah frekuensi pembawa. Proses kebalikan dari modulasi disebut demodulasi. Contoh modulasi adalah proses penyiaran suara atau musik yang dipancarkan melalui sebuah pemancar radio. Sedangkan contoh demodulasi adalah proses penerimaan suara atau musik oleh sebuah pesawat penerima radio. Modulasi digunakan untuk mengatasi ketidaksesuaian karakter sinyal dengan media( kanal) yang digunakan.Tanpa proses modulasi, informasi tidak praktis dikirimkan melalui media udara. Alasan sinyal informasi harus dimodulasi sebelum ditransmisikan adalah. 1. Menghindari Interferensi Sinyal-sinyal suara (frekuensinya sama) jika ditransmisikan secara bersamaan interferensi, dimana sinyal saling tumpang tindih dan mengganggu satu sama lain. Dengan modulasi, frekuensi sinyal-sinyal suara dipindahkan ke wilayah frekuensi yang jauh lebih tinggi, sehingga dapat ditempatkan pada daerah-daerah frekuensi yang berbeda-beda. Proses ini disebut Frequency Division Multiplexing. 2. Ukuan Antena (Pembuatan Antena) Propagasi/perambatan yang efektif, memerlukan ukuran antenna ¼ – ½ dari panjang gelombang sinyal yang akan ditransmisikan. Sinyal suara tidak praktis ditransmisikan secara langsung melalui media udara dalam bentuk sinyal aslinya. Frekuensi sinyal suara: 300-3000Hz Ukuran antena : ¼ – ½ λ (pjg gelombang) dari sinyal yg akan ditransmisikan \small \dpi{100} \lambda =\frac{c}{f} Dimana, λ : panjang gelombang c : kecepatan cahaya, 3.e8 f : frekuensi sinyal suara Sehingga ukuran antena untuk frekuensi informasi 3 KHz adalah : \small \dpi{100} \lambda =\frac{3\cdot 10^8}{3\cdot 10^3}=100Km λ = 100 km, sehingga ukuran antena harus ¼ λ – ½ λ = 25 – 50 km, ukuran antena tidak praktis Dari informasi yang di transmisikan, modulasi dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu : Modulasi Analog Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM) Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation, FM) Modulasi Fasa (Phase Modulation, PM) Modulasi Digital Amplitude Shift Keying (ASK) Frequency Shift Keying (FSK) Phase Shift Keying (PSK) Gelombang pembawa sering disebut carrier (pembawa) dan gelombang informasi yang ditumpangkan (dimodulasikan) disebut signal informasi. Selanjutnya gelombang pembawa akan dinyatakan oleh nilai tegangan keluaran sesaat yang biasa ditulis dalam bentuk persamaan gelombang sebagai berikut: \small \dpi{100} e_{out}=A_{o}cos(2\pi f_{o}t) Dimana : eout : tegangan output gelombang pembawa (volt) Ao : Amplitudo tegangan keluaran gelombang pembawa (volt) fo : frekueansi gelombang pembawa (Hz) t : waktu (det) Demikian pula halnya dengan gelombang sinyal informasi sebagai berikut : \small \dpi{100} e_{s}=A_{s}cos(2\pi f_{s}t) Dimana : es : tegangan keluaran gelombang sinyal informasi (volt) As : Amplitudo tegangan keluaran gelombang sinyal informasi (volt) fs : frekueansi gelombang sinyal informasi (Hz) t : waktu (det) Jika gelombang pembawa dimodulasi oleh sinyal informasi sedemikian rupa sehingga amplitudo gelombang pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi, maka modulasi seperti ini biasa disebut modulasi amplitudo (Amplitude Modulation = AM). Bentuk gelombang sinyal pembawa (carrier) dan sinyal informasi dalam modulasi AM dapat dilihat pada gambar berikut : Bentuk Gelombang Output Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM)

Read more at: http://elektronika-dasar.com/teori-elektronika/teknik-modulasi/
Copyright © Elektronika Dasar
Modulasi adalah proses penumpangan informasi yang terkandung dalam sebuah rentang frekuensi pada sebuah frekuensi pembawa. Proses kebalikan dari modulasi disebut demodulasi. Contoh modulasi adalah proses penyiaran suara atau musik yang dipancarkan melalui sebuah pemancar radio. Sedangkan contoh demodulasi adalah proses penerimaan suara atau musik oleh sebuah pesawat penerima radio. Modulasi digunakan untuk mengatasi ketidaksesuaian karakter sinyal dengan media( kanal) yang digunakan.Tanpa proses modulasi, informasi tidak praktis dikirimkan melalui media udara. Alasan sinyal informasi harus dimodulasi sebelum ditransmisikan adalah. 1. Menghindari Interferensi Sinyal-sinyal suara (frekuensinya sama) jika ditransmisikan secara bersamaan interferensi, dimana sinyal saling tumpang tindih dan mengganggu satu sama lain. Dengan modulasi, frekuensi sinyal-sinyal suara dipindahkan ke wilayah frekuensi yang jauh lebih tinggi, sehingga dapat ditempatkan pada daerah-daerah frekuensi yang berbeda-beda. Proses ini disebut Frequency Division Multiplexing. 2. Ukuan Antena (Pembuatan Antena) Propagasi/perambatan yang efektif, memerlukan ukuran antenna ¼ – ½ dari panjang gelombang sinyal yang akan ditransmisikan. Sinyal suara tidak praktis ditransmisikan secara langsung melalui media udara dalam bentuk sinyal aslinya. Frekuensi sinyal suara: 300-3000Hz Ukuran antena : ¼ – ½ λ (pjg gelombang) dari sinyal yg akan ditransmisikan \small \dpi{100} \lambda =\frac{c}{f} Dimana, λ : panjang gelombang c : kecepatan cahaya, 3.e8 f : frekuensi sinyal suara Sehingga ukuran antena untuk frekuensi informasi 3 KHz adalah : \small \dpi{100} \lambda =\frac{3\cdot 10^8}{3\cdot 10^3}=100Km λ = 100 km, sehingga ukuran antena harus ¼ λ – ½ λ = 25 – 50 km, ukuran antena tidak praktis Dari informasi yang di transmisikan, modulasi dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu : Modulasi Analog Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM) Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation, FM) Modulasi Fasa (Phase Modulation, PM) Modulasi Digital Amplitude Shift Keying (ASK) Frequency Shift Keying (FSK) Phase Shift Keying (PSK) Gelombang pembawa sering disebut carrier (pembawa) dan gelombang informasi yang ditumpangkan (dimodulasikan) disebut signal informasi. Selanjutnya gelombang pembawa akan dinyatakan oleh nilai tegangan keluaran sesaat yang biasa ditulis dalam bentuk persamaan gelombang sebagai berikut: \small \dpi{100} e_{out}=A_{o}cos(2\pi f_{o}t) Dimana : eout : tegangan output gelombang pembawa (volt) Ao : Amplitudo tegangan keluaran gelombang pembawa (volt) fo : frekueansi gelombang pembawa (Hz) t : waktu (det) Demikian pula halnya dengan gelombang sinyal informasi sebagai berikut : \small \dpi{100} e_{s}=A_{s}cos(2\pi f_{s}t) Dimana : es : tegangan keluaran gelombang sinyal informasi (volt) As : Amplitudo tegangan keluaran gelombang sinyal informasi (volt) fs : frekueansi gelombang sinyal informasi (Hz) t : waktu (det) Jika gelombang pembawa dimodulasi oleh sinyal informasi sedemikian rupa sehingga amplitudo gelombang pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi, maka modulasi seperti ini biasa disebut modulasi amplitudo (Amplitude Modulation = AM). Bentuk gelombang sinyal pembawa (carrier) dan sinyal informasi dalam modulasi AM dapat dilihat pada gambar berikut : Bentuk Gelombang Output Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM)

Read more at: http://elektronika-dasar.com/teori-elektronika/teknik-modulasi/
Copyright © Elektronika Dasar


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar

"my facebook"