Kamis, 17 Januari 2013

Laju Kesalahan Bit


Sembarang untai elektronis selalu dipengaruhi oleh derau dan tegangan-tegangan pengganggu lain yang berasal dari sejumlah sumber yang berbeda. Tegangan-tegangan ini akan menyebabkan berubahnya bentuk gelombang yang diterima terhadap bentuk gelombang yang seharusnya. Pada setiap pencacahan, penerima harus menentukan apakah bit yang diterima adalah bit 1 atau 0, dan ini dipengaruhi oleh bentuk gelombang yang diterima. Dengan kata lain, semakin banyak derau dan tegangan pengganggunya, kemungkinan adanya kesalahan pada isyarat yang diterima semakin besar. Laju kesalahan bit (LGB) terdefinisikan sebagai:
Laju kesalahan bit bergantung rasio isyarat-derau (signal-to-derau ratio) dari daya yang digunakan untuk membawa isyarat. Rasio isyarat-derau dinyatakan sebagai:
Jika dinyatakan dalam desibel, maka ratio isyarat-derau:
Supaya ratio isyarat-derau minimal untuk setiap untai bergantung pada LGB tertinggi dapat diterima, karena dua besaran ini memang saling berkaitan.
Sumber-sumber derau yang dapat mempengaruhi untai komunikasi data antara lain adalah:
a.                  Derau panas dalam penghantar, resistor, dan semi konduktor
b.                  Short derau dan flicker di dalam semi penghantar
c.                  Terputusnya sambungan elektris
d.                 Kopling elektris dan magnetis terhadap untai lain yang menyebabkan timbulnya cross talk pada piranti.
e.                  Adanya intermodulasi di dalam sistem
f.                   Getaran mekanis dari saklar pada server
Derau impulsif, yaitu derau yang muncul pada selang waktu yang sangat pendek dan tidak kontinu, sering mempunyai amplitudo yang jauh lebih tinggi dibanding arah isyaratnya. Bentuk derau ini akan terasa apabila faktor atenuasi dari jalur dan laju bit cukup tinggi. Sebagai contoh, jika derau terjadi untuk selang waktu 0,1 milidet, dan laju bit adalah 1200 bit/detik, setiap bit akan berakhir untuk selang waktu 0,83 milidetik, dan kemungkinan adanya kesalahan cukup kecil. Tetapi jika laju bit adalah 4800 bit/detik, maka setiap bit akan mempunyai selang 1 milidetik, dan kemungkinan adanya kesalahan menjadi lebih besar. Hal ini berarti bahwa kemungkinan terjadinya kesalahan akan membesar dengan semakin tingginya laju bit.
Ratio isyarat-derau dapat diperbaiki, yang berarti memperkecil LGB dengan menaikkan daya isyarat yang dikirimkan. Tetapi, hal ini menyebabkan bertambahnya arah cross talk pada untai disekitarnya, sehingga daya dari isyarat yang dikirimkan perlu dibatasi sesuai dengan rekomendasi V2 dari ITU-T (DC Green (2002) : 17-19).


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar

"my facebook"