Selasa, 26 Juni 2012

Prolog

Sejarah Prolog
Prolog merupakan singkatan dari “Programing In Logic” pertama kali dikembangkan oleh Alain Colmetrouer dan P.Roussel di Universitas Marseilles Prancis tahun 1972. Selama tahun 70an, prolog populer di Eropa untuk aplikasi AI. Sedangkan di Amerika Serikat, para peneliti juga mengembangkan bahasa lain untuk aplikasi yang sama yaitu LISP. LISP mempunyai kelebihan dibandingkan prolog , tetapi LISP lebih sulit dipelajari.
Pada awalnya, Prolog dan LISP sangat lambat dalam eksekusi program dan memakan memori yang besar sehingga hanya kalangan tertentu yang menggunakannya. Dengan adanya Compiler Prolog, kecepatan eksekusi program dapat ditingkatkan, namun Prolog masih dipandang sebagai bahasa yang terbatas (hanya digunakan di kalangan perguruan tinggi dan riset).
Pandangan tersebut tiba-tiba berubah di tahun 1981 pada konverensi internasional I dalam sistem generasi kelima di Tokyo, Jepang. Jepang yang saat itu mengalami kesulitan bersaing dalam pemasaran komputer dengan Amerika Serikat, mencanangkan rencana pengembangan teknologi hardware dan software untuk tahun 1990an. Dan bahasa yang dipilih adalah Prolog.
Sejak saat itu, banyak orang menaruh minat pada prolog dan saat itu telah dikembangkan versi prolog yang mempunyai kecepatan dan kemampuan yang lebih tinggi, lebih murah dan lebih mudah digunakan, baik untuk komputer mainframe maupun komputer pribadi sehingga Prolog menjadi alat yang penting dalam program aplikasi kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan sistem pakar (expert sistem).

Perbedaan Prolog dengan Bahasa Pemrograman Lainnya
Hampir semua bahasa pemrograman yang ada pada saat ini seperti Pascal, C, Fortran, disebutprocedural language untuk menggunakan bahasa tersebut diperlukan algoritma atau prosedur yang dibuat untuk menyelesaikan masalah. Program dapat menjalankan prosedur yang sama berulang-ulang dengan data masukkan yang berbeda-beda. Prosedur serta pengendalian program sepenuhnya ditentukan oleh programmer dan perhitungan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat. Dengan kata lain, Pemrograman harus memberi tahu komputer bagaimana komputer harus menyelesaikan masalah.
Prolog mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan bahasa yang disebutkan diatas, prolog disebut sebagai object oriented language atau declarative language. Dalam prolog tidak terdapat prosedur, tapi hanya tampilan data-data object (fakta) yang akan diolah dengan relasi antar object tersebut yang membentuk suatu aturan. Aturan-aturan ini disebut heuristik dan diperlukan dalam mencari suatu jawaban, dengan kata lain, prolog dalam prolog adalah database.
Pemrogram menentukan tujuan (Goal) dan komputer akan menentukan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut serta mencari jawabannya. Caranya dengan menggunakan “Formal Reasoning” yaitu membuktikan cocok tidaknya tujuan dengan data-data yang telah ada dan relasinya. Prolog memecahkan masalah seperti yang dilakukan oleh pikiran manusia.
Dengan demikian, Prolog sangat ideal untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur dan yang procedure pemecahannya tidak diketahui, khusunya untuk memecahkan masalah non numeric.
 
Keampuhan Prolog
Terletak pada kemampuannya dalam mengambil kesimpulan (jawaban) dari data-data yang ada. Karena program dalam bahasa prolog tidak memerlukan prosedur (algoritma). Prolog sangat ideal untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur dan yang prosedur pemecahannya tidak diketahui, khususnya untuk memecahkan masalah non numerik.
Misalnya, dalam pembuatan program catur dengan prolog untuk menentukkan gerakan catur anda tidak perlu menganalisis semua kemungkinan atau menentukkan suatu prosedur tertentu untuk untuk menentukan gerakan berikutnya. Tetapi anda cukup menuliskan aturan umum permainan catur dan lebih baik lagi jika ditambah dengan aturan yang diperoleh dari pengalaman. Prolog akan menentukan sendiri langkah yang akan diambil berdasarkan data-data yang ada saat itu dan aturan-aturan yang diberikan.
 
Aplikasi Prolog
Prolog digunakan khususnya dibidang kecerdasan buatan (Artificial Intelegent) meliputi bidang:
 
1. Sistem Pakar (Expert System) adalah program yang menggunakan teknik pengambilan kesimpulan dari data-data yang didapat seperti yang dilakukan oleh seorang ahli dalam memecahkan masalah. sebagai contoh program mendiagnosa penyakit. Pemakai menentukan tujuan (goal) yaitu penyakit yang diderita, untuk mendapatkan jawaban, program akan memberi pertanyaan yang harus dijawab oleh pemakai program.

2. Pengolahan bahasa alami (Natural Language Processing)
Natural Language Processing adalah program yang dibuat agar pemakai dapat berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa manusia sehari-hari. Sebagai contoh adalah Lotus HAL, yaitu program Bantu untuk Lotus 1-2-3 agar dapat menerima perintah bahasa inggris seperti bahasa biasa. Program pengolahan bahasa alami menggunakan teknik AI dalam analisis input bahasa yang dimasukan melalui keyboard, program tersebut berusaha mengidentifikasi sintak, semantik dan konteks yang terkandung dalam suatu kalimat agar bisa sampai pada kesimpulan untuk bisa memberikan jawaban.

3. Robotik
Dalam robotik, Prolog digunakan untuk mengolah data masukan yang berasal dari sensor dan mengambil keputusan untuk menentukan gerakan yang harus dilakukan. Apalagi kalau robot menemukan peristiwa yang tidak diharapkan atau situasi yang berbeda.
 
4. Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
Pengenalan pola banyak diterapkan dalam bidang robotik dan pengolahan citra (image processing). Misalkan, bagaimana komputer dapat membedakan gambar sebuah benda dan gambar benda yang lain, atau sebuah obyek yang berada diatas obyek lain.


sumber

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar

"my facebook"