Selasa, 26 Juni 2012

AODV Routing Protocol


Routing Protokol Destination-Sequenced Distance Vector (DSDV)

Sekilas Tentang Jaringan Wireless Ad Hoc
          Perkembangan jaringan komputer mulai bergeser dari pengembangan jaringan berkabel ke jaringan nirkabel (wireless) . Perkembangan ini merupakan tuntutan dari kebutuhan masyarakat akan akses informasi yang cepat dan bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Salah satu mode pengembangan dari jaringan nirkabel adalah tipe jaringan nirkabel yang ad hoc. Jaringan Wireless Ad Hoc adalah jaringan yang menghubungkan pasangan node dan sangat tergantung dari jarak transmisi dari tiap tiap node (Mukherjee , 2003) .
          Jaringan Ad Hoc dapat berdiri dan exist tanpa harus menggunakan Infrastruktur yang ada seperti base station berupa accses point ataupun sarana pendukung transmisi data . Tiap tiap device yang berada pada jaringan ini sering disebut NODE . Masing masing node akan berkomunikasi dengan node yang berada dalam satu jaringan Ad hoc tersebut . Jaringan Ad Hoc ini sering pula disebut sebagai MANET (Mobile Ad Hoc Networking)
 Jaringan Ad Hoc mempunyai infrastruktur node jaringan yang tidak permanen. Jaringan ini terdiri atas beberapa node yang bersifat mobile dengan satu atau lebih interface pada setiap nodenya. Setiap node pada jaringan Ad Hoc harus mampu menjaga performance trafik paket data dalam jaringan akibat sifat mobilitas node dengan cara rekonfigurasi jaringan. Sebagai contoh, jika ada node yang bergeser yang mengakibatkan gangguan berupa putus jaringan, maka node yang mengalami gangguan tersebut dapat meminta pembentukan rute link baru untuk meneruskan pengiriman paket data. Beberapa contoh penerapan jaringan Ad Hoc antara lain pembangunan jaringan komunikasi di medan perang untuk beberapa lokasi, pusat-pusat komunikasi di daerah bencana alam, sarana koneksi internet pada stand-stand suatu event/pameran dimana tidak dimungkinkan untuk membangun jaringan kabel atau ketidaktersediaan jaringan kabel.Node node pada jaringan Ad Hoc tidak hanya berperan sebagai pengirim dan penerima data, namun dapat berperan sebagai penunjang node yang lainnya, misalnya mempunyai kemampuan layaknya router. Dengan demikian diperlukan adanya routing protokol dalam jaringan Ad Hoc untuk menunjang proses kirim terima antar node-nodenya.

Sekilas Tentang Routing Protocol Ad Hoc
Daftar Tabel Routing Protocol Ad Hoc
Komunikasi antar node yang satu dengan node yang lainnya pada jaringan wireless menggunakan Routing Protokol Ad Hoc.Routing adalah mekanisme penentuan link dari nodepengirim ke node penerima yang bekerja pada layer 3 OSI (Layer Network). Protokol routing diperlukan karena untuk mengirimkan paket data dari node pengirim ke node penerima akan melewati beberapa node penghubung (intermediate node), dimana protokol routing berfungsi untuk mencarikan route link yang terbaik dari link yang akan dilalui melalui mekanisme pembentukan tabel routing. Pemilihan route terbaik tersebut didasarkan atas beberapa pertimbangan seperti bandwith link dan jaraknya.
 Jaringan Ad Hoc memiliki dua model protokol routing. Pertama, protokol routing yang bersifat reaktif (reactive), dimana tabel routing dibentuk jika ada permintaan pembuatan route link baru atau perubahan link. Kedua, protokol routing yang bersifat proaktif (proactive), dimana tabel routing dibentuk dan diupdate setiap waktu (secara kontinu) jika terjadi perubahan link . Routing Protokol Destination-Sequenced Distance Vector (DSDV) merupakan Routing Protokol Pro-aktif.


sumber


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar

"my facebook"